Monday, May 21, 2018

Profile Jalan TKP Kecelakaan Truk Dengan 25 Korban Di Jatisawit Brebes

Innalillahiwainnailaihirojiun telah terjadi kecelakaan maut truk menabrak rumah-rumah, motor-motor, mobil dan segala yang ada di pinggir/jalan raya jatisawit brebes. Turut berduka cita atas meninggalnya 25 korban.

Dari status-status di fb saya mecoba merekonstruksi TKP kecelakaan di jatisawit brebes minggu sore 20 Mei 2018 kemarin.


Nah berikut dugaan rute kecelakaannya, berawal dari flyover kertek dan menabrak banyak korban sepanjang jalan antara Rocket Chicken dan pertigaan jalan salak.



Berikut profil elevasinya :




Mirip antara flyover pasupati diatas jalan dago sampai perempatan Widyatama cikutra :


 


Tapi TKP kemiringannya 2x lebih curam yaitu rata 4 % sementara pasupati-suci hanya 1.9 %.



Dari google nampak bahwa antara flyover kertek dan jatisawit merupakan jalan lurus beton mulus sepanjang 4 km dengan kemiringan 4% atau sekitar 2 derajat !. Jika truk menuruni flyover dengan kecepatan 40-60 km/jam, berapa kecepatan akhirnya saat jarak 3.6 KM? Apakah hal itu yang diperlihatkan video CCTV? Jika kecepatan rata-ratanya 60 km/jam maka jarak 3,62 km hanya ditempuh dalam 3 menit saja! Apa yang sempat terpikir dalam 3 menit sambil diserang kepanikan?

Pertanyaan berikutnya :

1. Truk rem blong? Sempat ngeblong karena kampas rem terlalu panas, atau karena kampas rem buruk, atau bisa jadi masuk angin, atau rem tidak bisa melawan gaya kinetis hasil muatan 38 ton. Polisi sementara ini menyatakan rem tidak blong :

http://jateng.tribunnews.com/2018/05/21/hasil-olah-tkp-kecelakaan-maut-tewaskan-12-orang-di-bumiayu-bukan-karena-truk-rem-blong?page=2

Menguji rem saat kendaraan diam tentu saja beda dengan saat kendaraan melaju(dengan beban, apalagi pada kecepatan menengah/tinggi). Saya pengalaman bolak balik menyetel rem belakang motor,  saat disetel rem pakem, tapi saat dipakai rem blong hahahaha. Setelah beberapa experimen(yg diamplas dulu lah, yg di gergaji dulu lah, yg nunggu ngeplak dulu lah) disimpulkan kampas rem KW pasangan bengkel seharga 20 rb adalah barang busuk. Langsung ganti yang ori 70 rb, langsung pakem jet walau kecepatan tinggi.

2. Kenapa tidak memakai engine break?
- Apakah panik karena rem blong terus main mematikan mesin(yang malah bikin tidak ada engine break sama sekali dan tambah blong). Apakah mesin mati karena error?
- apakah pedal/tali gasnya macet jadi gas poll terus dan terus mesin dimatikan?
- apakah terjadi "diesel runaway engine"?
- apakah perseleneng macet stuck di netral?
- apakah ada masalah di kopel/kopling sehingga mesin tidak bisa menahan putaran roda belakang.

Semua masih misteri karena sang sopir masih koma dan keberadaan kernet tidak diketahui. Yang jelas profile jalan lurus menurun  4 KM antara flyover kertek dan jatisawit mungkin berbahaya. Mungkin perlu dibuat chicane :D .  Yah jalan lurus dari arah flyover diputus, dibuat jalan lingkar. Dari setelah flyover harus belok kiri melingkar, memaksa kendaraan mengerem dan melambat, kalau gagal melambat maka perjalanan bisa diteruskan terjun ke sawah misalnya atau naik ke jalaur pengaman. Masih banyak tanah kosong, semoga.


Btw, saya pengalaman 2x rem blong dengan mobil. Yang pertama pakai Charade XG, master rem jebol. Mobil susah dihentikan sampai keringat dingin bercucuran dan berhenti 1 meter dari portal otomatis kompleks. Yang kedua pakai Mazda Boomer, terjadi kebocoran di pasangan antara pipa rem dan selang flexibel. Akibatnya minyak rem habis dan rem blong. Pada kejadian ini tidak terjadi panik, bisa tenang shifting gear dan memakai handbrake. Bahkan mobil selanjutnya dibawa ke bdg dari the peak paropong hanya memakai engine break dan hand brake.

No comments:

Post a Comment